JAM SEKARANG

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI KARYA MENTES BIBIT, TEMPATNYA BIBIT - BIBIT DENGAN KUALITAS TERTINGGI

PUSAT PERTANIAN TANAMAN HIAS, TANAMAN POHON, TANAMAN PANGAN DAN TANAMAN BUAH

Bibit Pohon Kayu Putih

Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sum...

Rabu, 18 Juni 2025

Bibit Pohon Buah Manggis


Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai ketinggian antara 7 hingga 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai "ratu buah", sebagai pasangan durian, si "raja buah". Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia. Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatra. 

Manggis merupakan sebuah pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil, paparan suhu di bawah 0 °C (32 °F) untuk jangka waktu yang lama, umumnya akan membunuh tanaman dewasa. Hortikulturis yang berpengalaman telah menumbuhkan spesies ini di luar ruangan dan membawanya untuk dikembangkan di daerah ekstrem, selatan Florida.Manggis bersifat apomiksis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga mempunyai keanekaragaman genetik sempit, sehingga diperkirakan manggis di alam hanya satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Kenyataan di lapang menunjukkan adanya keanekaragaman tanaman manggis yang mungkin disebabkan faktor lingkungan mau pun faktor genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman manggis yang telah berumur ribuan tahun.Buah manggis muda, di mana tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh (lihat agamospermy), pertama kali akan berwarna hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi. Saat buah membesar selama 2 hingga 3 bulan ke depan, warna kulitnya akan menjadi hijau gelap. Pada periode ini, pertumbuhan ukuran buah dapat meningkat hingga kulitnya berukuran 6–8 cm (2,4-3,1 inchi) dengan diameter luar, akan tetap keras hingga pematangan akhir tiba.

Sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan, pada saat buah belum matang. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.

Harga Bibit Pohon Buah Manggis: Rp. 125.000 - Rp. 300.000


Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Manggis dan Cv. Karya Mentes

Bibit Pohon Sengon

Sengon (Albizia chinensis) adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae. Pohon peneduh dan penghasil kayu ini tersebar secara alami di India, Asia Tenggara, Tiongkok selatan, dan Indonesia.

Di beberapa daerah, pohon ini dikenal sebagai séngon, singon, sengon jåwå (Jw.); jeungjing, jeungjing sunda (Sd.); séngghung (Md.; marĕwita, keura Sumba, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai silk tree, Chinese albizia; di samping itu, pohon ini juga dinamai: kōōl (Kamboja), kha:ng (Laos), khang hung, kang luang (Thai), cham (Vietnam), dan lain-lain.

Pohon yang menggugurkan daun; berukuran sedang hingga tinggi, 30–45 m, dan gemang batangnya 70(–140) cm. Pepagan agak halus, di luarnya abu-abu gelap, dengan gigir-gigir melintang, berlentisel, tipis; pepagan bagian dalam setebal 5 mm, merah jambon. Ranting-ranting muda bersegi dan berambut.

Daun-daun majemuk menyirip berganda, dengan 4–14 pasang sirip; tulang daun utama 10–25 cm, berambut, dengan kelenjar dekat pangkal tangkai daun dan pada pertemuan tulang sirip. Daun penumpu besar, bundar telur miring dengan pangkal yang setengah berbentuk jantung, seperti membran, dengan ekor di ujungnya; lekas rontok. Sirip-sirip 4–14 cm panjangnya, dengan 10–45 anak daun per sirip, duduk, berhadapan. Anak daun memanjang sampai bentuk garis, dengan ujung runcing, miring, sisi bawah hijau biru, 6–13 × 1,5–4 mm, tulang daun tengah sangat dekat dengan tepi atas.

Bunga majemuk berbentuk bongkol yang bertangkai, yang terkumpul lagi menjadi malai yang panjangnya 15–30 cm.[4] Bongkol berisi 10–20 kuntum bunga. Bunga berbilangan-5; dengan kelopak bergigi, tinggi lk 4 mm, berambut; tabung mahkota bentuk corong, kuning hijau, tinggi lk 7 mm, berambut. Benang sari 10 atau lebih, panjang lk 3 cm, putih, di atas hijau, pangkalnya menyatu membentuk tabung, yang kurang lebih setinggi mahkota. Buah polong panjang 10–18 cm × 2–3,5 cm, tidak membuka, patah-patah tidak teratur. Biji pipih, jorong, 7 × 4–5 mm.

Harga: Rp. 50.000 - Rp. 500.000


Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Sengon dan Cv. Karya Mentes

 

Selasa, 17 Juni 2025

Bibit Pohon Cengkeh/Cengkih


 Cengkih atau cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah kuncup bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkih adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Cengkih ditanam terutama di Indonesia dan Madagaskar; selain itu juga dibudidayakan di Zanzibar, India, dan Sri Lanka. Cengkih umumnya memiliki musim panen yang bervariasi di negara-negara penghasilnya. Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara. Dalam bahasa lokal, cengkih disebut bualawa dan gaumedi.

Pohon cengkeh adalah tumbuhan hijau abadi yang tumbuh rata-rata setinggi 8–12 meter (26–39 ft), dengan daun besar dan bunga berwarna merah yang tumbuh dalam kelompok terminal. Kuncup bunga awalnya memiliki rona pucat, secara bertahap berubah menjadi hijau, kemudian beralih ke merah cerah saat siap dipanen. Kuncup bunga cengkih biasanya dipanen dengan panjang 15–2 sentimeter (5,91–0,79 in), dan terdiri dari kelopak bunga panjang yang memiliki empat sepal yang menyebar, dan empat kelopak yang belum dibuka yang membentuk bola tengah kecil.

Cengkih digunakan sebagai bumbu dalam hidangan Asia, Afrika, Mediterania, serta negara-negara Timur Dekat dan Timur Tengah, untuk memberikan rasa pada daging, kari, dan bumbu-bumbu, serta buah-buahan (seperti apel, pir, dan rhubarb). Cengkih memiliki aroma yang khas dan dapat digunakan untuk memberikan kualitas aromatik dan rasa pada minuman panas, sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti lemon dan gula. Cengkih juga biasanya digunakan dalam campuran rempah-rempah dan bumbu, seperti bumbu pai labu, kue asidah, dan roti rempah speculaas.

Cengkih dapat digunakan sebagai bumbu baik dalam bentuknya yang utuh atau sebagai bubuk. Bumbu ini digunakan di Eropa dan Asia. Di Indonesia, cengkih terutama digunakan sebagai bahan rokok kretek. Cengkih juga digunakan sebagai bahan dupa di Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang. Minyak cengkih digunakan di aromaterapi dan juga untuk mengobati sakit gigi. Daun cengkih kering yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit busuk batang Fusarium dengan memberikan 50-100 gram daun cengkih kering per tanaman.

Harga Bibit Pohon Cengkih/Cengkeh: Rp. 25.000 - Rp. 100.000


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Cengkih dan Cv. Karya Mentes




Bibit Pohon Buah Alpukat


 Alpukat, yang juga dikenal sebagai alligator pear atau avocado pear (Persea americana), adalah pohon hijau abadi dari keluarga laurel (Lauraceae). Tanaman ini berasal dari Amerika dan pertama kali dibudidayakan di Mesoamerika lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Alpukat dihargai karena buahnya yang besar dan memiliki kandungan minyak yang tinggi. Pohon ini kemungkinan berasal dari dataran tinggi yang menghubungkan Meksiko bagian tengah-selatan dan Guatemala. Secara alami, pohon alpukat tumbuh di wilayah yang membentang dari Meksiko hingga Kosta Rika.

Alpukat secara botani dikategorikan sebagai beri besar yang mengandung satu biji besar di dalamnya. Penelitian genom alpukat menunjukkan bahwa evolusinya dipengaruhi oleh peristiwa poliploidi dan bahwa varietas komersialnya berasal dari hibrida. Pohon alpukat sebagian dapat melakukan penyerbukan sendiri, tetapi umumnya diperbanyak melalui teknik pencangkokan untuk mempertahankan kualitas buah yang konsisten. Saat ini, alpukat dibudidayakan di berbagai negara dengan iklim tropis dan Mediterania. Hingga tahun 2023, Meksiko menjadi produsen alpukat terbesar di dunia, menyumbang 29% dari total panen global yang mencapai 10,5 juta ton.

Buah alpukat dari varietas domestik memiliki daging berwarna hijau keemasan yang lembut dan bertekstur mentega saat matang. Bergantung pada kultivarnya, kulit alpukat bisa berwarna hijau, coklat, ungu, atau hitam, dengan bentuk yang dapat menyerupai buah pir, telur, atau bulat. Untuk keperluan komersial, buah ini biasanya dipanen dalam keadaan belum matang dan dibiarkan matang setelah dipanen. Kepadatan nutrisi dan kandungan lemak tinggi dalam daging alpukat menjadi nilai tambah dalam berbagai jenis masakan, termasuk diet vegetarian.

Harga Bibit Pohon Alpukat di kami yaitu Rp. 80.000 - Rp. 250.000 untuk ukuran kurang dari 1 meter dan Harga Rp. 300.000 - Rp. 1.000.000 untuk ukuran tinggi 2 meter dan lebih. jenis juga mempengaruhi harga bibit

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Alpukat dan Cv. Karya Mentes


Senin, 16 Juni 2025

Bibit Pohon Pule

Pulai atau Pule adalah nama pohon dengan nama botani Alstonia scholaris. pohon ini dari jenis tanaman keras yang hidup di pulau Jawa dan Sumatra. Dikenal juga dengan nama lokal pule, kayu gabus, lame, lamo dan jelutung. kualitas kayunya tidak terlalu keras dan kurang disukai untuk bahan bangunan karena kayunya mudah melengkung jika lembap, tetapi banyak digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga dari kayu dan ukiran serta patung. Pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan karena daunnya hijau mengkilat, rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan. Kulitnya digunakan untuk bahan baku obat. berkhasiat untuk mengobati penyakit radang tenggorokan dan lain-lain.

Pohon pulai dapat mencapai tiggi 40 m. Daunnya hijau mengkilap dengan bagian bawah daun berwarna lebih pucat. Daunnya menjari dengan jumlah tiga sampai sepuluh daun dan petiole sepanjang 3 cm. Bunganya mekar di bulan Oktober dan memiliki aroma yang harum. Biji dari pulai berbentuk oblong dan berambut. Kulit kayunya tidak memiliki bau namun memiliki rasa yang sangat pahit, dengan getah yang cukup banyak.

Kulit batang pada pulai berwarna coklat keabu-abuan. Sementara bagian dalam batangnya berwarna kuning. Batang pulai menghasilkan getah berwarna putih susu. Bunga pulai merupakan tipe bunga majemuk, dengan kelopak bulat telur, berwarna putih kekuningan. Buah tanaman ini berbentuk pita, berwarna putih, dengan panjang 20–50 mm. Biji berukuran kecil berwarna putih dengan panjang 1,5–2 cm. Akar atau yang disebut dengan jangkar tanaman berbentuk tunggang dan berwarna coklat.

Selain nilai estetikanya, pohon pule juga dikenal memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional di beberapa negara Asia. Kulit batang dan daunnya mengandung alkaloid yang telah digunakan secara turun-temurun untuk mengobati berbagai penyakit seperti malaria, disentri, dan gangguan pencernaan. Namun, penggunaan ekstrak pohon pule untuk tujuan pengobatan harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan ahli, karena beberapa kandungan kimianya dapat bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis yang tidak tepat.

Dari segi ekonomi, kayu pohon pule memiliki nilai komersial yang cukup tinggi karena karakteristiknya yang ringan namun kuat, menjadikannya bahan ideal untuk pembuatan perabotan, alat musik, dan kerajinan tangan.

Harga: Rp. 15.000 - 100.000

Di pertanian kami biasanya permintaan untuk bibit ini banyak oleh pemerintah daerah untuk penghijauan.



Sumber:

World Conservation Monitoring Centre (1998). "Alstonia scholaris". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 19 November 2013. ;

Marina Silalahi "Botani dan Bioaktivitas Pulai (Alstonia scholaris)" Biologi FKIP UKI

http://www.stuartxchange.org/Dita.html Diakses 29 Juni 2007

https://id.wikipedia.org/wiki/Pulai

Cv. Karya Mentes


  1.  

Minggu, 15 Juni 2025

Bibit Pohon Buah Kelengkeng

Lengkeng, kelengkeng, ihau, mata kucing, atau dalam Bahasa Inggris disebut longan, (Dimocarpus longan), adalah salah satu tanaman yang termasuk kedalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae. tanaman buah-buahan ini berasal dari daratan Asia Tenggara. Buah ini termasuk buah musiman yang biasa berbuah di bulan Desember sampai Februari.

Pohon lengkeng rata-rata dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 meter hingga 40 meter. Diameter pohonnya dapat mencapai 80 cm. Daun lengkeng berjenis daun majemuk. Pada tiap tangkai daun, terdapat 2–6 pasang anak daun. Sebagian besar berbulu rapat pada bagian aksialnya. Tangkai daun 1–20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang, panjang lk. 1-5 kali lebarnya, bervariasi 3-45 × 1,5–20 cm, mengertas sampai menjangat, dengan bulu-bulu kempa terutama di sebalah bawah di dekat pertulangan daun.


Ada beberapa jenis lengkeng, Dimocarpus longan, di antaranya:

ssp. longan var. longan. Longan (Ingg.), lengkeng (Ind./Mal.), lamyai pa (Thai). Berasal dari wilayah pegunungan di Myanmar hingga ke Tiongkok selatan. Kini dibudidayakan secara meluas hingga ke Taiwan, Thailand, Indonesia, Australia (Queensland) dan Amerika Serikat (Florida).

ssp. longan var. longepetiolatus. Dari Vietnam bagian selatan.

ssp. longan var. obtusus. Lamyai khruer, lamyai tao (Thai). Dari Indochina, dibudidayakan di Thailand.

ssp. malesianus var. malesianus. Matakucing (Malaysia), medaru, medaro, bedaro (Sumatra), ihau (Kaltim), isau, sau, kakus(Serawak). Menyebar di Indochina dan Malesia.

ssp. malesianus var. echinatus. Dari Kalimantan dan Filipina.

Harga bibit kelengkeng mulai dari Rp.100.000 - Rp.200.000 tergantung dari ukuran dan jenis bibit pohonnya

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Lengkeng dan CV. Karya Mentes

Bibit Pohon Kelapa

Kelapa atau nyiur (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam genus Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Arti kata kelapa (atau coconut, dalam bahasa Inggris) dapat merujuk pada keseluruhan pohon kelapa, biji, atau buah, yang secara botani adalah pohon berbuah, bukan pohon kacang-kacangan.

Istilah coconut dalam bahasa Inggris berasal dari kata Portugis dan Spanyol abad ke-16, coco yang berarti "kepala" atau "tengkorak" setelah tiga lekukan pada tempurung kelapa yang menyerupai fitur wajah. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.

Kelapa dikenal karena kegunaannya yang beragam, mulai dari makanan hingga kosmetik. Daging bagian dalam dari benih matang membentuk bagian yang secara teratur menjadi sumber makanan bagi banyak orang di daerah tropis dan subtropis. Kelapa berbeda dari buah-buahan lain karena endosperma mereka mengandung sejumlah besar cairan bening, disebut "santan" dalam literatur, dan ketika belum matang, dapat dipanen untuk diminum sebagai "air kelapa", atau juga disebut "jus kelapa".

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudra Hindia di sisi Asia, tetapi kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia.

serbaguna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan orang. Akar kelapa menginspirasi penemuan teknologi penyangga bangunan Cakar Ayam (dipakai misalnya pada Bandar Udara Soekarno Hatta) oleh Sedijatmo.

Kayu dari batangnya, yang disebut kayu glugu, dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk rumah.

Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang sangat menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri sendiri (seni merangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan, disebut lidi, dihimpun menjadi satu menjadi sapu. 

Harga: Rp. 25.000 - 75.000


Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa Dan Cv. Karya Mentes

Bibit Tanman Pohon Pucuk Merah

Pucuk merah atau daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) adalah spesies tumbuhan yang dikenal sebagai tanaman hias yang berasal dari genus Syzygium, famili Myrtaceae. Warna tunas daun yang baru muncul memiliki warna merah menyala sehingga tumbuhan ini memiliki sebutan Pucuk Merah. Warna daun akan berubah perlahan menjadi hijau seiring berjalannya waktu.Pucuk merah adalah sejenis tanaman perdu yang biasanya dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah, perkantoran dan sebagainya serta masih termasuk ke dalam family yang sama dengan tanaman cengkih. Bila diperhatikan, bentuk tajuk dan daunnya pun sangat menyerupai tanaman cengkih. Tumbuhan ini merupakan tanaman asli dari Bangladesh, Borneo, Jawa, semenanjung Malaya, Myanmar, Filipina, Sumatra, dan Thailand.

Pucuk merah memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) lebih besar dibandingkan jenis tumbuhan yang lain. Hal ini dilihat dari laju fotosintesis dan kandungan timbal (PB) daun pucuk merah. Disamping itu, tanaman ini dapat mencegah longsor dan menyimpan cadangan air. Hal ini dikarenakan tanaman ini memiliki struktur akar tunggang yang kokoh.

Pucuk merah kaya akan kandungan senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang tinggi. Berbagai jenis senyawa bioaktif tersebut meliputi fenol, flavonoid, asam betulinat, alkaloid, tannin, triterpenoid, steroid, dan saponin.

Selain kaya akan manfaat untuk kesehatan pohon pucuk merah mempunyai daaun yang bagus dengan warna merah menambah kesan estettik dan bisa dijadikan tanaman di depan rumah ataupun di samping jalan.

Harga: Rp. 10.000 - Rp. 200.000t


Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Pucuk_merah dan Cv. Karya Mentes

Bibit Pohon Pinus


 Pinus adalah sebuah genus pohon konifer atau semak dalam famili Pinaceae (Suku pinus-pinusan). Tanaman didalam genus ini juga dikenal secara lokal dengan nama pohon senobar, tusam atau eru. Di Indonesia salah satu spesiesnya adalah tusam sumatra (Pinus merkusii).

Pohon pinus adalah pohon resin termasuk jenis tumbuhan runjung malar hijau (atau, jarang, semak ) yang tumbuh setinggi 3–80 meter (10–260 kaki), dengan sebagian besar spesies mencapai tinggi 15–45 m (50–150 kaki). Yang terkecil adalah tusam kerdil siberia dan tusam potosi , dan yang tertinggi adalah tusam ponderosa setinggi 81,8 m (268 kaki) yang terletak di Hutan Nasional Sungai Rogue-Siskiyou di Oregon selatan .

Pohon pinus berumur panjang dan biasanya mencapai usia 100–1.000 tahun, bahkan ada yang lebih. Yang berumur paling panjang adalah pinus buah kejur Great Basin ( P. longaeva ). Salah satu individu dari spesies ini, dijuluki " Metuselah ", adalah salah satu organisme hidup tertua di dunia dengan usia sekitar 4.800 tahun. Pohon ini dapat ditemukan di Pegunungan Putih California. Pohon yang lebih tua, yang sekarang ditebang, berumur 4.900 tahun. Ditemukan di hutan kecil di bawah Wheeler Peak dan sekarang dikenal sebagai " Prometheus " yang diambil dari nama dewa Yunani abadi .

Pertumbuhan spiral skala cabang, jarum, dan runjung dapat diatur dalam rasio bilangan Fibonacci . Tunas musim semi yang baru kadang-kadang disebut "lilin"; ditutupi sisik kuncup berwarna coklat atau keputihan dan mula-mula mengarah ke atas, kemudian berubah menjadi hijau dan menyebar ke luar. "Lilin" ini menawarkan kepada para ahli kehutanan sarana untuk mengevaluasi kesuburan tanah dan kekuatan pepohonan.

Harga: Rp. 75.000 - Rp. 150.000

Bibit Pohon Ulin/Besi

 

Ulin (Eusideroxylon zwageri) atau disebut juga dengan bulian atau kayu besi adalah pohon berkayu dan merupakan tanaman khas Asia Tenggara meliputi Indonesia (Sumatera & Kalimantan), Malaysia (Sabah & Sarawak), Filipina (Kepulauan Sulu).[Ulin digolongkan ke dalam suku Lauraceae. Ulin memiliki tinggi pohon umumnya 30–35 m, diameter setinggi dada (dbh) 60–120 cm. Batang lurus berbanir, tajuk berbentuk bulat dan rapat serta memiliki percabangan yang mendatar.

Harga bibit Kayu Ulin Relatif tergantung dari tinggi atau size bibit biasanya kalo sudah lumayan tinggi sekitar Rp.50.000 Per bibit

sumber:wikipedia dan dinas pertanian Kab.Pemalang

Telah ditemukan 4 (empat) varietas ulin di Kalimantan Barat yang dibedakan berdasarkan kegunaan dan warna batang yaitu:

a. ulin tando dengan warna batang coklat kemerahan

b. ulin lilin dengan batang coklat gelap

c. ulin tembaga dengan warna batang kekuningan

d.ulin kapur dengan warna batang coklat muda.

Ulin tando, lilin dan tembaga biasanya digunakan untuk pondasi bangunan dan lantai. Ulin kapur merupakan satu-satunya ulin yang mudah dibelah sehingga cocok untuk bahan baku atap sirap.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ulin

Bibit Pohon Buah Mangga

Mangga atau pauh adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam genus Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota dari famili Anacardiaceae.

Mangga berasal dari daerah di sekitar perbatasan India dengan Burma, dan mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekitar 1500 tahun yang silam.

Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pêlêm atau poh (Jw.), poh (Bl.), fo'o (Bi.), taepa (Bgz), paok (Sas.), oyile (Gor.), dan mamplam (Ac.)

Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi hingga 30 m atau lebih, meski kebanyakan mangga pekarangan hanya sekitar 15 m atau kurang. Batang tegak, bercabang kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya cokelat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.

Beberapa jenis mangga yang ada di pertanian kami, antara lain: mangga arumanis, mangga apel, mangga golek, mangga madu, mangga manalagi, mangga alpukat, mangga gedong gincu, mangga indramayu, mangga pakel, mangga kweni, mangga kemang, mangga lalijiwo, mangga endog. Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 m. Akar cabang makin ke bawah makin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30–60 cm.

Di pertanian kami cukup lengkap untuk jenis jenis pohon buah mangga

Harga: Rp. 150.000 - Rp. 500.000


Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Mangga dan Cv. Karya Mentes